ViewSonic 19" VX1962wm cm 1,59jt


siapa sih yang ga mw kalo ditawarin monitor harga miring(bgt)dengan kwalitas yang WAW?? sama kaya gw juga, ya iyah lah mw, gilla lo.. dan jodoh gw trnyata jatuh kepada LCD ViewSonic 19" VX1962wm..

awalnya sih ga kpikiran bwt ganti monitor k LCD, yaaahh scara gw jg masih gaptek ngapain gw ganti juga. trus waktu itu skitar 3hari yang lalu, gw minta duit bwt bli UPS k sodara, eeh duit yang dikirimin trnyata Lebih dari cukup, sangat mungkin. Ya udah, gw mikir dr pd duitnya hbis d Cloud9 (again), mending gw sok keren ajah, nyari lah tuh hrga2 LCD..
gw liat2 d web LCD yang kisaran harga 1,5jt dan trnyata byk bgt merknya beserta tipe2 serinya gtu yang yaah mungkin cm orang IT yang tau (no problem), akhirnya gw liat lah gambar si VX1962wm itu, dan gw suka..(brawal dari liat gambar, trus suka, trus bakal jd cinta ga yah?hehe)..liat d inet sih harga pasarannya 2,6jt trus gw iseng tuh sms nanya k toko komptr langganan gw d daerah Cendana taman pramuka, berharap harganya seenggaknya beda2 cepe(100) ato duacepe(200) grtu hehehe.. eh ga taunya bener harapan gw, pas gw tlp..
"mas saya Amar yang td sms, cm mw mastiin ajah mas harga yang seri tadi sama skalian nanya klo yang Samsung seri...blablabla... LG seri..blablabla.. brapah mas?"
"iyah klo VX1962wm harganya Satu Lima Sembilan Puluh, trus kalo yang itu...blablabla.."
"oh ya udah mas saya mesen yang VX itu yah, klo ga tar sore besok deh saya ambil, tengkyu yah mas"
"iyah sama-sama"
sorenya gw brangkat deh k toko ddaerah Cendana itu, coba dulu, transaksi, deal harga (1,59jt), tanda tangan, gw bawa pulang deh tuh LCD.. gw pake smaleman, utak atik dikit, dan dia berhasil menunjukkan performa terbaiknya, gw terkesan, dan gw jatuh cinta sm kamu VX, karna kwalitas dan hargamu!!(istilah psikologinya, telah terjadi kepuasan disana, dimana duit yang dikeluarkan berbanding jomplang dengan tipe LCD yang didapat) 
dari situ gw mikir, karna gw gaptek bgt kali yah, "jd harga jual barang di inet tuh beda jauh sama harga toko, Amar!!",  tp iyah ga sih beda harganya bisa nyampe 1jt??..(ga papa deh, yang penting murah, yang penting murah, dan gw jatuh cinta sm tuh LCD)
Besok siangnya, hp gw bunyi, ada yang nelpon, gw angkat..
"hallo ini sama mas Amar yah??", "iyah, siapa nih?"
"saya dari toko ***, kemaren kan mas beli monitor LCD kan, nah ternyata ada ralat harga dari gudang tokonya mas, harganya tuh harusnya 2,6jt, jd yaah ini cm minta kebijaksanaan dari mas ajah!"
"loh ga bisa donk mas, jelas2 kita udh deal harga, dan saya udah megang kwitansi pembelian masa iyah minta dibalikin lagi?? lagian...blablabla.."
"ya udah deh mas ga papah, tar dari pihak kami ajah yang nombokin, asslmkum"
ini mungkin hikmah ato rejeki ato hadiah ato bonus untuk seorang yang kaya gw kali (gaptek), buta harga barang, dapet barang murah, kwalitas boleh diadu..hahahaha... TrimaKasih Tuhan!!

Readmore...

Kisah Indah Dialog Surga dan Bumi - Cecilia dan Malaikat Ariel

"Tuhan tidak sampai hati mematikan anak-anak dalam proses penciptaan. Lebih baik mereka tumbuh dewasa dulu. Lebih gampang mengucapkan selamat tinggal kepada dunia saat kau punya setengah lusin cucu dan kau merasa cukup capek dan mengantuk serta jenuh dengan hari-hari"
"Anak-anak kadang-kadang mati. Itu tolol, kan?"
"Ini adalah pertemuan langka antara surga dan Bumi. Aku semestinya memberitahumu banyak sekali rahasia menakjubkan tentang surga.Itu jika kau memberitahu-ku bagaima rasanya terbuat dari darah dan daging."
Kutipan di atas merupakan bagian percakapan yang saya petik dari novel berjudul Cecilia dan Malaikat Ariel terbitan Mizan. Novel ini diterjemahkan dari versi Inggris (Through a Glass, Darkly) yang berjudul asli I et speil, i en gåte (1993).Merupakan salah satu karya penulis terkenal dari Norwegia, Jostein Gaarder. Penulis kelahiran Oslo 8 Agustus 1952 ini antara lain telah menghasilkan (saya sebut yang sudah saya baca sampai tulisan ini dibuat) Sophie's World, The Solitaire Mystery, The Christmas Mystery, Vita Brevis, Maya, The Ringmaster's Daughter, dan The Orange Girl. Nah, kalimat yang saya petik di atas merupakan ucapan penting di antara percakapan panjang malaikat Ariel dengan seorang gadis cilik bernama Cecilia Skotbu. Percakapan di antara mereka berawal pada malam Natal, ketika Cecilia tidur sendiri di lantai atas rumahnya.

Cecilia, adalah pribadi kanak-kanak yang unik, cerdas, dan kritis. Ariel, sang malaikat, sering terheran-heran mendapati kecerdasan Cecilia yang seharusnya dituntunnya untuk menghadapi realitas hidupnya. Cecilia bukan hanya kritis merespons ucapan si malaikat, tetapi kerap juga menantang dan mengejeknya. Alhasil, novel ini tidak sekadar menjelma novel mengharukan, tetapi juga jenaka. Hanya, seperti dalam Sophie's World, pada titik tertentu, tanya-jawab mereka menjurus membosankan karena terlalu menjalar dan diulang-ulang. Memang ada hal-hal yang bisa membuat pembaca termenung untuk berpikir. Tetapi tujuan kehadiran Ariel untuk mempersiapkan Cecilia 'terbang' ke surga, membuat Cecilia bisa melihat ke balik 'cermin', menjadi kurang terasa. Apalagi Cecilia bukan anak yang gampang dipengaruhi. Ia berani berpendapat dan tidak mudah dipatahkan dengan argumentasi.

Bagi pembaca yang merindukan kekayaan plot, mungkin saja akan kurang menikmati novel ini. Novel alit ini memang miskin plot karena dalam kelangsingannya porsi terbesarnya diambil oleh percakapan Cecilia dan Ariel. Dari percakapan mereka pembaca tidak akan menemukan guliran plot, tetapi taburan filsafat, yang merupakan curahan gagasan Gaarder tentang manusia, Tuhan, malaikat, dan surga. Novel ini memang tidak termasuk jenis fiksi pada umumnya. Tetapi, sama sekali, bukan tidak menarik. Sebab Gaarder juga mahir merajut kalimat indah dan puitis. Mari saya kutipkan kalimat dari Diari Cina, catatan harian Cecilia, yang ditulisnya sehubungan dengan kalung mutiara yang diwariskan neneknya.
"Saat ajal menjemputku nanti, untai mutiara halus keperakan ini akan terberai dan butir-butir mutiara akan terserak, bergulir melintasi negeri ini, dan berlari pulang ke ibu-ibu mereka, tiram-tiram di dasar laut. Siapa yang akan menyelam untuk memungut mutiara-mutiara? Siapa yang akan tahu bahwa mereka adalah milikku? Siapa yang akan mampu menebak bahwa pernah suatu ketika, seluruh dunia bergantung menghias leherku?"
Novel suami Siri Damnevig ini telah difilmkan dan dirilis di Norwegia 17 Oktober 2008. Filmnya disutradarai oleh Jesper W. Nielsen dengan Marie Haagenrud sebagai Cecilia, Aksel Hennie sebagai Ariel, dan Liv Ullman sebagai nenek. Liv Ullman, aktris legendaris Norwegia itu, memberi komentar, "Kisah ini membuat saya menangis bahagia. Saya bangga menjadi bagian darinya."

Readmore...

Part II (testing the limit)

Sahaja..

Di titik tertinggi keinginanmu

Semuanya hadir.

Hasrat menggebu

Detak jantungmu berpacu

Segala cita-cita dan harapan mengada menjadi satu

Jiwamu melambug melampaui langit ketujuh.

Ini adalah titik tertinggi

Jangan kau langkahkan lagi kakimu!

Yah, karena ketika kau melangkah

Kita akan jatuh

Jatuh ke dasar terendah sejauh jarak puncak tertinggi ke garis batas biasa

Inilah aktualisasi

Jangan biarkan nafsu yang tak pernah puas, menghancurkannya!

Biarkanlah keadaannya seperti ini.

Selamanya.

Readmore...

Part I (mata cahaya hati)

Sahaja..

Bukalah matamu

Pandanglah cahaya

Cahaya hati

Oleh mata hatimu

Sesungguhya yang kau lihat di siang hari dengan mata adalah buta

Dan diantara kegelapan

Kau memandang cahaya

Cahaya hati

Dengan batinmu dan mata hati 

Readmore...

Part XVIII end 1st season (matahari dan dunia)

Sahaja..

Saat itu sore hari

Pernahkah kta menyisihkan waktu untuk melihat matahari ketika dia akan pergi untuk berganti malam

Apakah matahari itu sudah bersahabat dengan kita?

Bukankah kita sebaiknya bersahabat dengannya?

Bayangkan bahwa setengah dari usia kita bersama dengannya

Bukankah bila kita mampu bersahabat dengannya maka pula kita bersahabat dengan dunia?

Yah, dunia, tempat kita menanti untuk suatu perubahan.

Readmore...

Part VII (imaji dini hari)

Sahaja..

Termenung temani dini hari

Dan di pikiranku kau berlari-lari

Mengejar cinta

Menghiasinya dengan bunga dan semerbak mewanginya

Dapatkah Aku katakan bahwa semuanya adalah demi kebahagiaan, atau hanya demi melepas dahaga cinta itu sendiri?

Hanya kita yang tahu.

Readmore...

Part XVI (aku ingin)

Sahaja..

Aku merindukan tawa dari dalam hati

Aku merindukan nafas panjang diantara lelahku

Aku ingin teriak untuk kedamaian hati

Aku ingin berbuat sesuatu yang berarti demi kebahagiaan abadi

Aku merindukan sendiri diantara keramaian

Aku ingin memberimu,nya,mereka,kita

Aku tidak ingin diam

Keadaan ini terus menghampiri setiap Aku membuka mata untuk memulai hari-hari dengan apapun itu.

Readmore...

Part XV

Sahaja..

Kesombongan ternyata tidak mampu berbuat apa-apa saat Aku membutuhkannya.

Readmore...

PArt XIII (jujur)

Sahaja..

Aku terus berbohong pada diri sendiri

Menutup malu kepada taman surga karena ia mampu indah untuk kejujurannya

Dan Aku, kejujuranku masih palsu kejujuran yang tak pernah ada kejujuran

Hanya untuk Aku bahagia sesaat

Readmore...

Part XII (menyanyikan lagu tentang cinta)

Sahaja..

Aku hanya berusaha mencipakan nada yang sebenarnya telah lama ada didalam dirimu

Menjadikannya lagu tentang cinta Aku menyanyikanya

Hanya menyanyikannya

Lalu menyanyikannya, lagi, lagi

Sampai Aku tertidur lelap

Dan Aku bisa memimpikanmu kembali

Readmore...

Part XI (melihat fatamorgana)

Sahaja..

Warna lain tidak pernah tau rasa terima kasih kepada putih, yang suci yang telah menjadikan warna-warna itu lebih indah

Mungkin saat ini Kau mulai mengerti, Aku tidak lagi menjadi misteri

Bukan salah siapa-siapa

Atau kalau ada yang perlu disalahkan

Dia adalah Aku..

 

Matahari tidak pernah kenal kesetiaan, tetapi dia selalu ada menyinari bumi

Dia tidak pernah mengatakan cinta, tetapi kan selalu ada bersamaku, dihatimu.

Jika tidak ada yang harus mengalah

Jika kebebasan terus menguasai jiwa

Jika cinta tidak dengan kasih sayang

Dan kita hanyut dalam pengandaian

Readmore...

Part VIII, Part IX, Part X

VIII

Sahaja..

Love can’t showed the truth,

But we can’t found it without love inside

Hmm, I hope love an the truth will come together for my eternity

 

IX

Sahaja..

Aku akan bagi setiap hina yang kudapat

Sampai Aku cukup egois untuk menikmati kebahagiaan dengan kesendirian

Kebahagiaan bukan untuk diabadikan

Tapi untuk diberikan kepada yang hak

Kepada mereka yang mengerti makna kebahagiaan itu sendiri


X

Sahaja..

Pagi terlihat bodoh menanyakan kabar padaku

Karena saat ini aku tidak secerah sinarnya, tidak sesejuk embunnya, pun tidak setegarnya saat melewati malam

Readmore...

Part VII (fenomena cinta)

Sahaja..

Kulakukan semua demi cinta

Walau aku harus mengorbankan cinta

Kasihku jauh melebihi cinta

Aku pun begitu

Disetiap ruang kuselipkan cinta

Disetiap waktu, massa, bahkan bila harus berganti peradaban sekalipun.

Dimanapun kau berada

Bumi, air, dan langit

Kusemaikan benihnya di taman cinta

Dimana bila cinta itu mati

Cinta itu akan tetap ada

Menjadi seribu kali banyaknya

Readmore...

Part V (bukan janji teriak hati)

Sahaja..

Selamanya hanya menikmati mimpi

Dibudaki iming-iming semu

Layakya helai daun pada angin yang seolah ingin membawanya kepada langit.

Aku bukan Indiana

Aku bukan Aborigin

Aku bukan Badui

Aku bukan Apocalyps

Aku bukan Amazon

Aku bukan Kapuas

Aku bukan Missisippi

Layaknya anak kecil berlari mengejar bintang dan matahari.

Aku bukan Cheetah

Aku bukan Serigala

Aku bukan Jaguar

Aku bukan Anaconda

Layaknya globalisasi berjuang untuk kedamaian dunia. 

Aku bukan Roma

Aku bukan Yunani

Aku bukan Babilonia

Aku bukan Adi Kuasa

Aku bukan kisah

Seribu Satu Malam

Lalu siapa Aku? Dimana Aku?

Untu siapa Aku? Kemana Aku?

Aku buta dan terus membisu

Mulutku terus berbicara

Namun jiwaku hanya tertunduk diam

Kedua tangannya menutup kepalanya

Kakinya merapat enggan selangkahpun

Berteriak tanpa suara

 Menangis tanpa air mata

Hanya bisa seperti ini.

Tidak lebih.

Readmore...

Part III

Sahaja..

Aku tersungkur oleh lamunanku, terlena olehnya.

Ah..

Andai saja tidak ada batas antara mimpi dan realita.

Mungkin Aku telah berdiri diantara yang kokoh,

terdepan diantara yang tegap berjalan, sedikit mengangkat dagu,

menyapa bunga Kasturi, dan berkata semua telah baik-baik saja

 hai pejuang dunia dan surga.

Readmore...

Part II (gelora ambisi muda sejati)

Sahaja..

Diikatnya dengan tali cambuk pari.

Kulitnya mengalah begitu saja

pada daging-daging maroon

yang hampir meraih tulangnya.

Kita tidak peduli itu.

Iakatan batin akan terasa bila

melawan atau mempertahankan.

Lenganmu juga adalah lenganku

Inginmu pula adalah ambisiku.

Bukankah Kita selalu satu?

Ambisi akan membawaku menemukanmu bila dalam pandangku Kau menghilang.

Tidak Kamu tanpaku

Tidak Aku tanpamu.

Di medan apapun

Terus terdengar gemuruh langkah.

Langkah Kita.

Lihat, cambuk pari itu mulai putus dengan sendirinya.

Karena kita melawan dan mempertahankan.

Sahaja.. bagi mereka yang melawan dan mempertahankan.

Readmore...